Subscribe:

Ads 468x60px

Manchester United

Social Icons

...

Senin, 28 Januari 2013

PLC OMRON CPM1A



PLC OMRON CPM1A/ CPM2A

Mengapa ormron?
Mengapa tidak? Omron merupakan perusahaan yang sangat besar dengan produk yang berkualitas tinggi dan kontrolernya relative tidak begit mahal, tetapi tentu saja masih ada produk produk lain yang juga berkualitas tinggi. Kebetulan juga fasilitas uji coba yang peulis daptkan adalah dengan plc omron tipe cpm2a dan ZE. Idealnya, untuk suatu aplikasi khusus kita memerlukan informasi spesipik PLC yang akan digunakan. Dua jenis PLC omron yang secara umum akan dibahas pada bab inni adalah tipe CPM1A dan CPM2A.

6 FEBRUARI 1958



TRAGEDI MUNICH - 6 Februari 1958 
 



United memulai musim 57-58 dengan ambisi besar untuk mearaih gelar juara divisi I dua musim berturut-turut, kini mereka memandang target lebih besar, menjuarai piala Champion. Squad yang sangat berkualitas pada saat itu diyakini bakal menjuarai pentas Eropa, tak hanya jago kandang.

Sayang tragedi pahit menghujam mereka, malapetaka yang terjadi setelah pertandingan melawan Red Star Belgrade diperempat final liga Champion. Sehari setelah pertandigan squad MU pulang dengan menumpang terbang milik British Europan Airways ( BEA ), untuk sampai ke Inggris pesawat perlu mengisi bahan bakar terlebih dahulu, maka dipilihlah bandara Riem di Munchen, Jerman...Pengisian bahan bakar berlangsung mulus.

MASTERS OF OLD TRAFFORD



Masters Of Old Trafford

Tepat di depan Stadion Old Trafford berdiri menjulang sosok patung perunggu. Ada nama yang tertulis di bawah kaki patung tersebut, Sir Matt Busby. Pria asal Skotlandia itu mendapat tempat khusus di hati setiap insan Manchester United dan masyarakat sepakbola Inggris. Sir Matt jadi legenda.

Sir Matt ibarat tokoh renaissance yang berhasil menempatkan Manchester United sebagai klub papan atas di Eropa berkat kesuksesan menjadi juara Piala Champion 1968. Ia pendiri fondasi tradisi juara serta kebesaran United dan kini diteruskan oleh Sir Alex Ferguson.

Berkat racikan dan kesabarannya, United memiliki sederet pemain bertalenta tinggi yang dijuluki The Busby Babes. Bersama The Busby Babes, Sir Matt mencetak prestasi di level domestik dan Eropa.

Nah, sepak terjang Sir Matt direkam runtut dalam buku Masters of Old Trafford, From Busby to Ferguson, The Inside Story of the Great Managers. Sang penulis buku, Peter Keeling, menempatkan Sir Matt di urutan pertama ulasannya, suatu pilihan yang tepat. Secara gamblang, Keeling mengungkapkan Sir Matt sebagai manajer yang punya pendekatan berbeda dibandingkan dengan para manajer lain di eranya. Perbedaan ini yang membuat Sir Matt meraih sukses di Old Trafford.

Rabu, 16 Januari 2013

Glory Hunter Salah Arah

Glory Hunter Salah Arah


Tony Adams: “Play for the name on the front of the shirt and they’ll remember the name on the back.”
 
English Premier League akan dimulai akhir pekan ini. Fans sepakbola ditengarai akan kembali ramai berkicau setelah sekitar 2 bulan lebih berhibernasi. Saling sindir, saling hina, twit war menjadi ritual mingguan fans sepakbola yang kebetulan aktif di twitter. Persaingan sengit tidak hanya dirasakan tim-tim klub sepakbola tapi juga antar pendukung. Baik yang di Inggris sana maupun fans klub Inggris yang tinggal ribuan mil dari klub kesayangannya. English Premier League (EPL) sudah bukan milik warga Inggris semata. Pemain asing, pelatih asing dan sekarang fans asing merasa, dan secara aktual memang telah menjadi bagian dari EPL.
Bagi yang mengikuti twit-twit saya di twitter, mungkin sudah tahu kalau “I’m a Gooner” (sebutan untuk fans Arsenal, the greatest club the world has ever seen). Sebagai seorang Gooner, otomatis twit-twit tentang sepakbolanya tak jauh-jauh dari membanggakan Arsenal dan pemain-pemainnya. Memuja Wenger dan sepakbola menyerang cantiknya. Dan sesekali mencibir pencapaian tim lain yang walaupun sudah menghabiskan uang lebih banyak dari Arsenal, tetap tidak mampu berprestasi (Liverpool contohnya). Atau mencibir tim yang menjadi juara dengan membeli trofi. Apa yang dibanggakan dari klub yang memenangkan kompetisi dengan cara membayar jauh lebih banyak dari semua lawannya dan menjalankan klub dengan kondisi defisit keuangan setiap musimnya? Ini menjadi twit-twit wajib pendukung Arsenal. Walaupun tanpa trofi dalam 7 tahun terakhir ini, Arsenal bagi kami tetaplah “the greatest club the world has ever seen”. Hal ini tentunya tidak dapat dimengerti pendukung klub lainnya. Kami maklum.
Pendukung tim yang kebetulan juara di satu musim biasanya akan membangga-banggakan pencapaian timnya. Membanggakan trofinya sambil “memamerkan” ke pendukung tim lain yang sedang kering trofi, fans Arsenal misalnya. Trofi imajiner pun dipamerkan mereka sambil berujar “wah kasihan Arsenal udah 7 tahun tanpa trofi, ga pindah klub aja elo?” Pertanyaan bodoh seperti ini biasanya memancing reaksi stempel “glory hunter” terhadap mereka. “Glory hunter” menjadi istilah yang termasuk sering saya gunakan sebagai reaksi terhadap pendukung-pendukung tim juara yang sedang memamerkan prestasi timnya ke fans klub lain.
Glory hunter untuk fans sepakbola itu sesungguhnya adalah istilah yang ter-peyorasi, sudah mengalami pergeseran makna yang menjadi lebih jelek, lebih negatif. Lucunya, sebagian fans klub juara karena tidak memahami istilah glory hunter berusaha menggunakan label yang sama tersebut terhadap fans-fans klub lainnya. Reaksi yang umum lahir dari mereka: “kalo pemain ga glory hunter, mending ga usah main bola,” tanpa memahami perbedaan besar pemain glory hunter dan fans glory hunter. Atau begini: “elo dukung Arsenal karena dulu mereka juara juga kan?” yang menunjukkan bahwa mereka sama sekali tidak memahami istilah glory hunter tersebut. Mereka tidak mau mengakui adanya jalan spiritual lain dari seorang fans sepakbola yang mendukung sebuah tim, yang tidak selalu harus soal trofi. Maka istilah Glory Hunter pun mengalami “salah arah” di antara fans-fans sepakbola, bahkan mungkin sudah tersesat. Kini saatnya untuk meluruskannya, sebelum musim baru dimulai dan fans-fans sepakbola lebih jauh menyalahgunakan istilah ini. Saya berusaha mengemban tugas mulia untuk meluruskan istilah ini… *uhuk*
Glory Hunter diterjemahkan secara harafiah sebagai pemburu kejayaan. Kejayaan identik dengan trofi untuk sebuah kompetisi sepakbola. Maka Glory Hunter bisa juga disebut pemburu trofi. Ini makna dasarnya yang dapat kita sepakati. Nah sekarang apakah semua klub sepakbola mesti menjadi Glory Hunter? Tentu semuanya berambisi untuk menjadi juara, mendapatkan trofi. Namun dari 20 klub yang berlaga di EPL setiap musim, hanya ada satu yang bisa menjadi juara EPL. Dan sejak Premier League bergulir di pertengahan 90-an, hanya 5 klub yang pernah menjadi juara (MU, Blackburn Rovers, Arsenal, Chelsea dan Manchester City). Lima belas dan lebih klub lainnya (termasuk yang terdegradasi) hanya bisa berambisi tanpa pernah merealisasikan ambisinya. Ekspektasi pun diturunkan, masing-masing klub akan memiliki ekspektasi internal. Mulai dari asal bertahan di EPL, lebih baik posisinya di klasemen daripada musim sebelumnya, mengincar papan tengah, mengincar posisi 4 besar, sampai yang benar-benar mengincar trofi juara.
Demikian juga pemain sepakbola. Tentunya mereka semua bermain bola untuk menang, ingin menjadi juara. Namun pada realitanya masing-masing pemain bola memiliki ekspektasi internal yang berbeda-beda sesuai kemampuan dan tempat bermainnya. Ada yang asal dapat kontrak yang lebih baik daripada sebelumnya, ada yang asal bisa bermain di EPL, ada yang ingin masuk timnas, dan tentu ada yang ingin menjadi juara. Mereka semuanya glory hunter, tapi glory di sini tidak selalu identik dengan trofi. Glory bisa juga berupa pemujaan dari fans karena mereka adalah pemain terbaik di klubnya, walaupun klubnya konsisten pengisi papan bawah klasemen. Glory bisa juga berarti kontrak baru yang mencapai nilai jutaan poundsterling per tahun, yang menempatkan mereka sebagai salah satu orang terkaya di daerahnya. Dalam setiap pertandingan tentu semua pemain ingin menang. Namun kekalahan bukanlah akhir kehidupan. Menang dan kalah tidak ditentukan sendiri, ada 22 pemain sepakbola di lapangan dan kontak antara 22 pemain tersebut dengan 1 bola itu yang menentukan hasil pertandingan.
Nah bagaimana dengan fans sepakbola? Fans sepakbola, walaupun sering disebut sebagai pemain ke-12 dalam satu pertandingan pada nyatanya sangat minim kontribusinya dalam hasil akhir sebuah pertandingan. Fans sepakbola bisa berteriak sampai suaranya habis dan timnya tetap kalah. Fans sepakbola tidak ikut bertanding, pada nyatanya ia hanya menonton pertandingan. Ia mendukung agar pemain-pemain klubnya bisa extra semangatnya. Namun apabila kemampuannya memang di bawah kemampuan lawan yang kondisinya prima, kekalahan tidak terelakkan. Fans sepakbola tidak memiliki keterlibatan aktif dalam menentukan hasil akhir pertandingan. Seorang wasit bahkan lebih “aktif” daripada fans sepakbola dalam hal ini (terutama wasit di liga yang diatur hasilnya), walaupun ia cukup meniup peluitnya tanpa harus berteriak.
Fans sepakbola tentu ingin klubnya mencapai hasil maksimal, yaitu juara. Namun ekspektasi fans juga berbeda-beda. Fans Blackburn yang pernah juara EPL misalnya, sekarang hanya akan berharap klubnya bisa sesegera mungkin promosi ke EPL. Fans Wigan akan berharap klubnya tidak terdegradasi tahun depan. Fans Liverpool yang mendominasi Liga Inggris tahun 80-an sekarang hanya berharap klubnya bisa masuk 4 besar. Fans City tentu berharap akan tetap jadi juara setelah 44 tahun lebih tidak pernah juara.
Ekspektasi yang berbeda-beda ini terjadi karena fans sepakbola yang waras bisa menyatukan keinginan dengan realita. Dan untuk fans sepakbola yang waras ini, mereka akan terus mendukung timnya, walaupun tidak menjadi juara. Fans sepakbola yang waras memahami bahwa bisa tidaknya timnya menjadi juara tergantung pada kualitas dan kinerja manajer dan pemain sepakbola dan dibandingkan dengan tim lawan. Fans hanya bisa mendukung secara finansial (beli merchandise, tiket pertandingan) dan secara moral (teriakan di lapangan, doa buat yang nonton di tv). Fans juga bisa menuntut untuk mengganti pelatih yang tidak berhasil, atau menjual pemain yang jelek atau membeli pemain yang bagus. Walaupun keputusan final tetap ada di tangan manajemen klub.
Fans sepakbola yang waras ekspektasinya tidak melulu soal trofi juara, mereka melihat kondisi tim dari tahun ke tahun. Fans sepakbola yang waras ini bukan Glory Hunter. Maka jangan heran masih ada yang menjadi fans Liverpool walaupun sudah 20 tahun lebih tidak pernah juara liga Inggris misalnya.
Lalu fans seperti apa yang kita sebut Glory Hunter itu?
Karena fans sepakbola tidak punya keterlibatan aktif dalam menentukan hasil pertandingan, maka menjadi lucu sebenarnya kalau fans sepakbola punya ambisi menjadi juara sebagaimana pemain sepakbola, pelatih, ataupun klub bola itu sendiri. Yang menjadi juara dan mendapatkan medali adalah pemain sepakbola dan pelatihnya. Klub bola menyimpan trofi juaranya dan fans sepakbola hanya bisa ikut merasakan kebanggaan tersebut. Glory bagi fans bersifat imajiner, adalah ekstensi dari khayalan relasi fans-klub sepakbola. Glory itu bisa untuk fans karena mereka bisa ikut menikmati, tapi bukan dari fans karena bukan mereka yang berjuang untuk mendapatkannya. Fans memang dibutuhkan agar klub sepakbola tetap bisa berjalan, namun glory yang didapatkan klub sepakbola bukanlah hasil perjuangan fans sepakbola. Di sini menariknya.
Nah karena fans sepakbola tidak bisa mengupayakan glory tapi bisa menikmati glory, maka glory hunter adalah fans sepakbola yang berupaya untuk terus dapat menikmati glory setiap musimnya. Bagaimana caranya? Tidak lain adalah dengan cara berpindah klub yang didukung setiap musimnya. Dukung klub yang pada musim ini kira-kira kans juaranya paling besar dan bisa memberikan glory untuk fans. Jadi fans glory hunter ini bisa berganti klub setiap musim. Konyol bukan? Namun fans seperti ini benar-benar ada. Musim kemarin dukung United, musim ini dukung City karena Man City disinyalir lebih berpeluang juara. Dulu dukung Barca, sekarang dukung Madrid. Fans seperti inilah yang disebut glory hunter.
Salah Arah Glory Hunter sering dialami fans Manchester United. Mungkin karena dulunya mereka mendukung MU karena sering juara, dan mungkin juga karena lagu kebangsaannya berjudul “Glory Glory Man United”, fans-fans MU ini paling sensitif kalau saya sedang bicara soal glory hunter. Mereka merasa dicap sebagai glory hunter, padahal tidak perlu begitu kalau mereka adalah fans sejati MU yang tidak akan pindah ke klub lain walaupun sedang minim prestasi. Namun kelakuan sebagian fans MU yang sangat memuja trofi dan sering menyindir fans klub lain yang lebih minim trofinya mungkin secara perlahan bisa mengubah mereka menjadi glory hunter sejati. Apa yang terjadi misalnya bila MU 5 tahun tidak menjadi juara? Apakah sebagian fans mereka akan berpindah, menyebrang ke tetangga, Man City misalnya? Mungkin iya. Maka untuk yang tidak tahan mendukung tim tanpa glory, merekalah calon glory hunter sejati.
Glory hunter yang berpindah-pindah klub hanya demi menikmati kejayaan imajiner itu hidupnya pasti menyedihkan. Ia mungkin bisa berdalih ia adalah seorang pemenang dalam kehidupan. Dan berargumen pemenang hanya berasosiasi dengan pemenang. Dugaan saya ia mungkin jarang “menang” dalam kehidupan sejatinya sehingga mencari kejayaan imajiner dari mendukung sebuah klub sepakbola lewat menonton dan berteriak di depan televisi. Ia tidak dapat merasakan suka-dukanya mendukung sebuah klub sepakbola, tanpa trofi atau dengan trofi. Ia tidak dapat merasakan ikatan emosional fans dan klub bola yang terkadang bisa lebih kuat daripada pasangan suami-istri. Ia tidak dapat merasakan cinta terhadap klub bolanya, karena cinta tidak selalu soal kemenangan. Justru di saat-saat tersulitlah cinta itu tumbuh dan diuji.
Nah setelah penjelasan panjang lebar di atas, silakan Anda simpulkan sendiri. Apakah Anda seorang Glory Hunter?

Old Trafford

Old Trafford


Old Trafford
Theatre of Dreams
Old Trafford setelah banyak mengalami renovasi
UEFA Nuvola apps mozilla.pngNuvola apps mozilla.pngNuvola apps mozilla.pngNuvola apps mozilla.pngNuvola apps mozilla.png
Informasi stadion
Pemilik Manchester United
Operator Manchester United
Lokasi
Lokasi Sir Matt Busby Way,
Old Trafford,
Greater Manchester,
 Inggris
Konstruksi
Mulai pembangunan 1909
Dibuka 1910
Biaya pembuatan £90,000 (1909)
Arsitek Archibald Leitch (1909)
Data teknik
Kapasitas 75.765
Pemakai
Manchester United F.C. (1910–sekarang)

Old Trafford adalah sebuah stadion sepak bola yang terletak di Old Trafford, Manchester Raya, Inggris dan merupakan stadion milik Manchester United F.C. Stadion ini menjadi milik permanen Manchester United sejak tahun 1910 dan diberi julukan The Theatre of Dreams oleh Sir Bobby Charlton.
Stadion ini sempat tidak digunakan pada tahun 1941-1949 karena mengalami kerusakan akibat di bom pada saat Perang Dunia Kedua. Selama periode tersebut, Manchester United harus berbagi stadion dengan rival sekotanya Manchester City di stadion Maine Road. Stadion Old Trafford terletak kira-kira setengah mil dari Lapangan Kriket dan Manchester Metrolink.
Stadion ini pernah menjadi tuan rumah pertandingan semi-final Piala FA (sebagai tempat netral), dan menjadi markas Tim nasional Inggris ketika Stadion Wembley dalam proses renovasi. Stadion ini juga menjadi salah satu tempat penyelenggaraan Piala Dunia FIFA 1966 dan Euro 96, dan juga final Liga Champions 2003.
Pada saat London menjadi tuan rumah Olimpiade 2012, stadion ini juga digunakan untuk beberapa pertandingan penyisihan sepak bola pria dan wanita. Di samping sepak bola, Old Trafford pernah menjadi tempat penyelenggaraan Grand Final Liga Super Rugby dan juga pernah menjadi tempat penyelenggaraan Piala Dunia Liga Rugby 2000.
Old Trafford memiliki kapasitas 75,765 tempat duduk, dan merupakan stadion sepak bola terbesar kedua di Inggris setelah Stadion Wembley. Bersama dengan Stadion Wembley, merupakan stadion di Inggris yang memiliki rating 5 bintang UEFA.

Sejarah

Old Trafford resmi menjadi markas baru Manchester United pada musim 1909-10 yang berawal saat ketua Manchester United saat itu John Henry Davies membeli tanah senilai 60 ribu Dollar. Stadion ini dirancang oleh Archibald Leitch dengan anggaran sekitar 30 ribu Dollar hingga selesai. Rencana awal dideskripsikan bahwa stadion Old Trafford dapat menampung lebih dari 100.000 penonton , walau hingga akhirnya kapasitas resminya tercatat 76.212 penonton.
Pertandingan pertama di Old trafford dilaksanakan pada tanggal 19 Februari 1910 melawan Liverpool yang dimenangkan oleh Liverpool dangan skor 3-4.

Julukan

Julukan unutk Stadion Old Trafford adalah Theatre Of Dreams (Teater Impian) , julukan ini diberikan oleh salah seorang Legenda Manchester United Sir Bobby Charlton.

Glory Glory Man. United | The Story Behind it…

Glory Glory Man. United | The Story Behind it…

Siapa tidak kenal Manchester United ? Salah satu tim sepakbola tersukses sepanjang sejarah, tidak heran pula puluhan juta orang menjadi fans dari tim yang bermarkas di Old Trafford, Manchester, United Kingdom.
Dan bagi fans Manchester United, tentu saja lagu Glory Glory Man United sudah sangat akrab di telinga, karena selalu diputar pada saat jeda pertandingan dan usai pertandingan di Old Trafford. Sebenarnya, apa sih Glory Glory Man United? Dan mengapa sekarang banyak sekali yang menulis “GGMU” ?
Dikutip dari wikipedia, Glory Glory Man United ditulis oleh Frank Renshaw yang merupakan anggota group band asli Manchester bernama Herman’s Hermits. Menggunakan nada dari “The Battle Hymn of the Republic”, Frank menulis lirik Glory Glory Man United. Tetapi perlu disadari, bahwa bukan Manchester United lah yang menggunakan lagu tersebut pertama kali dalam pertandingan. Leeds United dan Tottenham Hotspurs sudah menggunakannya bahkan sebelum Frank Renshaw menulis Glory Glory Man United.
Lagu Glory Glory Man United sendiri merupakan inspirasi (bahasa halus dari “plagiat”) dari Glory Glory The Lilywhites milik Tottenham Hotspurs.
Sungguh ironis memang, lagu yang selalu diputar di Old Trafford di setiap pertandingan Manchester United, ternyata adalah lagu plagiat.
Ya, plagiat!!!

Semua fans United di seluruh dunia pasti tau lagu yang selalu dikumandangkan di stadion Old Trafford ini. Chant yang selalu dinyanyikan para suporter United ini adalah lagu ciptaan Frank Renshaw yang digubah dari lagu The Battle Hymn of the Republic. Lagu ini pertama kali didengarkan ke publik pada final Piala FA tahun 1983.


Glory, glory Man United,
Glory, glory Man United,
Glory, glory Man United,
As the reds go marching on, on, on.

Just like the Busby Babes in days gone by,
W`ell keep the red flags flying high,
Youre gonna see us from far and wide,
Youre gonna hear them as they sing with prides.

United! Man United!,
Where the boys in red and were in our way to Wemberly,
Wem-ber-ly, Wem-ber-ly,
Were the famous Man United and were going to Wemberly,
Wem-ber-ly, Wem-ber-ly,
Were the famous Man United and were going to Wemberly.

In `77 it was Docherty,
Atkinson will make it on `83,
And everyone will know just who we are,
They will singing, 'Que Sera Sera',

United! Man United!
Where the boys in red and were in our way to Wemberly,
Wemberly, Wemberly,
Were the famous Man United and were going to Wemberly,
Wem-ber-ly, Wem-ber-ly,
Were the famous Man United and were going to Wemberly.

Glory, glory Man United,
Glory, glory Man United,
Glory, glory Man United,
As the Reds go marching on, on, on!

Mungkin hanya sebagian kecil fans United yang mengetahui tentang hal ini. Fans fanatik Manchester United, yang selalu menempati Stretford End (salah satu tribun di Old Trafford) sebelum Malcolm Glazer mengakuisisi Manchester United, tidak pernah menyanyikan lagu ini. Mereka menggantinya dengan “Who the f*ck are Man United” dengan nada yang sama karena tidak mau memplagiat dari Glory Glory The Lilywhites. Dan lagu ini juga tidak pernah terdengar ketika United bermain tandang. Mengapa? Karena yang hadir di pertandingan tandang United adalah fans-fans yang seharusnya menempati Stretford End sekarang. Ya merekalah yang terusir dari Stretford End sebagai bentuk protes terhadap Malcolm Glazer.
Lalu, siapa yang menempati Stretford End sekarang kalau bukan fans Man United?
Tentu saja masih ditempati oleh fans United, tetapi dengan kadar kefanatikan yang tidak bisa dibandingkan dengan mereka yang hanya menonton langsung pertandingan tandang United setelah Malcolm Glazer datang ke Old Trafford.
Lalu apa yang salah dengan menulis “GGMU”? Kan itu singkatan dari Glory Glory Man United?
Sekali lagi, Glory Glory Man United adalah lagu plagiat. Lagu yang diciptakan dan ditulis setelah terinspirasi dari lagu Glory Glory The Lilywhites dan Glory Glory Leeds United.
Atau mungkin fans-fans United ini semua terinspirasi dari You’ll Never Walk Alone-nya Liverpudlian.
Dan mereka beranggapan “Memang Liverpudlian doank yang punya YNWA? Nih United juga punya GGMU”.
Atau iri dan tidak mau kalah terhadap Liverpudlian yang bisa menambahkan “YNWA” setiap kali mereka update status facebook, atau menulis tweet, atau bahkan menulis sms dan email sehingga fans United yang tidak tau cerita dibalik Glory Glory Man United, merasa “kalah” dan timbullah perasaan “tidak mau kalah” tersebut.
Yah apapun yang ditulis, apapun yang diungkapkan, apapun yang dinyanyikan semoga tidak melunturkan kecintaan kita terhadap klub yang kita dukung (MUFC).
Yang kita tulis, yang kita katakan, dan yang kita nyanyikan sebenarnya tidak memiliki faedah apa-apa, jika ketika klub yang kita dukung kalah, kita malah mencari pembelaan, atau lebih parahnya malah menjelek-jelekan tanpa alasan dan berbalik mendukung tim lain.
Penulis pernah membaca sebuah quote yang menarik, “Yang menjadikan sebuah pertandingan olahraga menarik dan penting adalah kesetiaan dari fansnya”. Semoga tulisan ini membawa pencerahan bagi kita semua. Sehingga kita boleh menjadi lebih baik lagi dalam mendukung tim kesayangan kita.

Selasa, 15 Januari 2013

7 Fakta Tentang Indonesia yang Mendunia

7 Fakta Tentang Indonesia Yang Mendunia


Banyaknya persoalan dan pandangan negatif yang sedang dihadapi oleh Indonesia, diantaranya tentang dunia politik, keamanan, bahkan kesejahteraan rakyat kecil, sedikit banyak memang mempengaruhi citra pemerintah dan negara di mata masyarakat Indonesia sendiri maupun dunia internasional. Namun sebenarnya, sekedar saling mengingatkan bahwa negeri kita adalah negeri yang sangat kaya dan berpotensi, baik dari sumber daya alamnya ataupun dari budaya asli seperti sebagai negara dengan suku, bangsa, dan bahasa yang terbanyak di dunia. Selain itu juga terdapat beberapa prestasi dari anak-anak bangsa yang begitu membanggakan. Dan berikut 7 fakta tentang Indonesia yang mendunia.
 
1.


Fakta yang pertama adalah bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Terdapat 17.504 pulau, dimana 9.634 pulau belum diberi nama dan 6 ribu pulau tidak berpenghuni. Yang semakin membanggakan adalah 3 dari 6 pulau terbesar di dunia ada di Indonesia yaitu Kalimantan, Sumatera, dan Papua. Selain sebagai negara kepulauan, Indonesia juga terkenal sebagai negara maritim terbesar di dunia. Bayangkan saja, luas perairan Indonesia mencapai 93.000 km dan panjang pantai sekitar 81 ribu km² atau hampir 25% panjang pantai di dunia.

2.


Dunia telah mengakui bahwa Indonesia memiliki kekayaan alam yang sangat banyak dan beragam. Hutan dengan luas 39.549.447 hektar di pulau sumatera, kalimantan, dan sulawesi terdapat keanekaragaman hayati dan plasma nutfah terlengkap di dunia. Jika hutan tersebut hilang maka bumi akan hancur karena bumi sangat tergantung pada hutan tropis untuk menjaga keseimbangan iklim, selain ditopang oleh hutan hujan yang ada di amazon. Hal itu membuktikan bahwa bumi dan kelangsungan hidup seluruh makhluk di dunia bergantung pada Indonesia. Selain itu Indonesia juga memiliki hutan bakau terbesar di dunia. Tanaman bakau bermanfaat untuk mencegah pengikisan air laut atau abrasi.

3.


Kekayaan alam laut Indonesia ternyata juga luar biasa. Kekayaan itu antara lain adalah terdapatnya spesies ikan hiu terbanyak di dunia yaitu sekitar 150 spesies, terdapatnya ikan terkecil di dunia tepatnya di Sumatera yang panjang tubuhnya 7.9 mm, transparan, dan tidak bertulang kepala. Indonesia juga memiliki gugusan terumbu karang terbanyak dan terindah yang disebut segitiga coral, namun 65% dari 75.000 km² segitiga coral itu ada di Indonesia. Itulah sebabnya Indonesia menyumbang 18% terumbu karang bagi perairan dunia.

4.


Kopi merupakan minuman yang banyak di sukai di seluruh dunia. Dan kopi yang diakui dunia sebagai kopi terbaik karena rasanya yang enak sekaligus menjadi kopi termahal adalah kopi luwak. Brazil boleh menjadi negara penghasil kopi terbesar sementara Indonesia berada di posisi ketiga, tetapi kopi luwak kopi yang dihasilkan bersama kotoran oleh musang ini asli berasal dari Indonesia. Walaupun mahal, kopi fenomenal itu banyak di cari terutama oleh penikmat kopi.

5.


Kita tentu mengenal produk peragaan busana terkenal kelas dunia GUCCI asal Italia. Produk langganan publik figur dunia tersebut ternyata menggunakan kain tenun asal Indonesia sebagai bahan bakunya. Hal tersebut secara tidak langsung menunjukkan bahwa kain tenun asal Indonesia telah diakui oleh dunia. Seperti kain tenun yang mendunia, ternyata orang Indonesia pun telah banyak yang berkarya untuk dunia. Salah satunya yaitu, Ir. Ahmad Murdijad, warga negara Indonesia yang memang bermukim di Kuala Lumpur, Malaysia selama belasan tahun lamanya itu adalah perancang menara Kuala Lumpur di Malaysia yang merupakan menara keempat tertinggi di dunia.

6.


Selanjutnya adalah fakta bahwa banyak peninggalan purbakala yang ternyata ada di Indonesia. Di dunia fauna ada komodo yang merupakan kadal terbesar di dunia dan peninggalan hewan purba dan komodo hanya ada di Indonesia tepatnya di Nusa Tenggara Timur. Kini kepopuleran komodo terutama setelah terpilih menjadi salah satu dari 7 keajaiban dunia semakin mendunia. Ditemukannya fosil manusia purba tertua di dunia yang diperkirakan berasal dari 1.8 juta tahun yang lalu. Fosil yang disebut phitecantrophus erectus itu ditemukan di Jawa Tengah.

7.


Dan Fakta yang mendunia dan membanggakan yang terakhir dari Indonesia adalah tentang Nelson Mandela yang ternyata terinspirasi oleh Syekh Yusuf dari Makassar. Syekh Yusuf yang merupakan tokoh agama sekaligus pejuang melawan Belanda memang pernah dibuang ke Afrika Selatan oleh Belanda. Ternyata perjuangannya telah mengispirasi Nelson Mandela, bapak pejuang hak asasi manusia dunia untuk menghapus apharteid atau pemisahan ras yang pernah berlaku di Afrika Selatan. Apa yang dilakukan Syekh Yusuf telah memberi andil bagi perubahan dunia. Bahkan Nelson Mandela pernah berkata tentang Syekh Yusuf “pahlawan Indonesia tersebut adalah salah seorang putra Afrika terbaik”.

Cara Memasang Musik/Lagu Berputar Secara Otomatis Saat Dibuka di Blog

Cara Memasang Musik/Lagu Berputar Secara Otomatis Saat Dibuka di Blog





Cara Memasang Musik/Lagu Berputar Secara Otomatis Saat Dibuka di Blog 
- Sebuah blog akan terasa lebih hidup dengan adanya musik dan pengunjungpun akan lebih betah berada pada blog kita karena mereka merasa terhibur dengan adanya musik, tapi bagaimana caranya memasang musik pada sebuah blog? Mungkin bagi bloger masih ada yang belum mengerti cara pasang background lagu diblog kesayangannya. Sebenarnya memasang musik pada sebuah blog sangatlah mudah dan tidak memerlukan waktu yang lama, cukup beberapa menit sebuah musik dan player-nya akan terpasang.
 
Apakah anda tertarik pasang musik/lagu di blog anda ? Kalau “Iya” berikut beberapa cara yang bisa anda lakukan berdasar coba-coba saya dengan blog ini "dimana menurut saya sangat ringan untuk loading sebuah Blog", walaupun saya enggak pakai cara ini, soalnya kalau dirumah takut mberebeki tetangga-tetangga saya.



A. Musik/Lagu akan autoplay bila blog kita dibuka

  1. Masuk ke http://www.divine-music.info/
  2. Disitu akan ada menu berbagai macam jenis lagu pilih, klik salah satu yang diinginkan / cari lagu kesukaan kamu.
  3. Setelah itu akan muncul tampilan para penyanyinya pilih sesuai kesukaan anda dan pilih juga lagu yang akan dimainkan.
  4. Disitu akan ada kode EMBEDED copy kode itu dan masukkan ke kode html blog anda [Udah tau kan cara nya]
  5. Selesai dan dengarkan hasilnya.

B. User memilih mau memainkan lagu atau tidak

  1. Masuk ke http://musik-live.net
  2. Pilihan tampilan menu Skin Mp3 Player, setelah menemukan tampilan yang sesuai dengan keinginan lalu copy dan paste kode yang diberikan dibawah tampilan musik player tersebut pada sidebar.
  3. Selesai dan lihat hasilnya
Jika lebar dan tinggi dari player musik tersebut tidak sesuai dengan sidebar, kita tinggal merubah nilai Width dan Height nya saja. 




C. Memasang sendiri lagu sesuai dengan keinginan kita

  1. Masuk ke http://4shared.com mestinya kita register dulu ya.
  2. Selesai register login dan upload lagu kesayangan kita.
  3. Setelah itu centang file lagu kita dan klik kanan mouse pilih "berbagi pakai dan keamanan". Disitu akan muncul tab, pilih tab Pasang. Copy kode yang muncul dan masukkan ke blog kita.
  4. Nikmati hasilnya.
Untuk cara ini menurut saya sangat lambat waktu loading buka situs kita, karena kita perlu file hosting 4shared, Tapi kalau mau nyoba ke blog kesayangan akan lebih baik, ilmu kan harus diaplikasikan.

Profil Javier Chicharito Hernandez Balcázar

Profil Pemain kali ini datang dari Pemain asal Mexico yang kini membela Manchester United yaitu Javier Hernandez atau yang lebih akrab disapa Chicharito. Pemain yang dibeli MU dari klub mexico Guadalajara ini, adalah salah satu bagian penting di klub yang berjuluk Setan Merah tersebut, Ferguson kerap memberikan kepercayaan kepada Chicharito untuk menjadi Stater jika Rooney dilanda cedera. Chicarito membayar kepercayaan Ferguson kepadanya, dengan mencetak gol-gol penting untuk MU. Pesepakbola kelahiran Guadalajara, Meksiko 1 Juni 1988 ini, memulai awal karier sepakbolanya di klub Guadalajara, dan kini Chicharito berkostum Manchester United. Bagi anda penggemar atau fans dari Javier Hernandez, ingin mengetahui Profil Pemain dan Biodata lengkap dar Striker Manchester United ini. Berikut Profiles dan Biografi lengkap dari Javier Hernandez.

Profil Dan Biodata Lengkap Javier Hernandez ( Chicharito )
Informasi Pribadi

Nama lengkap : Javier Hernández Balcázar
Tanggal lahir : 1 Juni 1988 (umur 22)
Templat lahir : Guadalajara, Meksiko
Tinggi 1.75 m : (5 ft 9 in)
Posisi bermain : Penyerang

Informasi klub

Klub saat ini Manchester United
Nomor 14

Karier muda

1997–2006 Guadalajara

Karier senior

Tahun Tim Apps (Gol)
2006–2010 Guadalajara 64 (26)
2010– Manchester United 16 (7)

Tim nasional

2007–2009 Meksiko U-20 5 (1)
2009– Meksiko 20 (11)

Profil Pemain

Javier "Chicharito" Hernández Balcázar (lahir 1 Juni 1988; umur 22 tahun) adalah seorang pemain sepak bola Meksiko yang bermain di posisi pemain depan untuk klub C.D. Guadalajara. Hernández akan menjadi orang Meksiko pertama yang akan bergabung dengan klub Manchester United pada tanggal 1 Juli 2010. Ia sering dijuluki Chicharito oleh para penggemarnya, yang dalam bahasa Spanyol berarti 'si kacang kecil.


Demikian sekilas mengenai Profil dan Biodata lengkap dari Javier "Chicharito" Hernández Balcázar yang merupakan Pemain asal Mexico yang kini membela Manchester United.

Patrice Evra Yakin Raih Treble Winners

Patrice Evra Yakin Raih Treble Winners

Bek Prancis yakin The Red Devils bisa menyamai prestasi pada 1999.

Evra
 
Patrice Evra optimistik Manchester United cukup tangguh untuk menyabet titel Liga Primer, Liga Champions dan Piala FA musim ini.

The Red Devils memuncaki klasemen dengan keunggulan tujuh angka dan akan menghadapi Real Madrid di babak 16 Besar kompetisi klub teratas Eropa.

"Ya, semuanya mungkin," jawab Evra saat ditanya apakah United mampu menggondol treble winners.

"Jika United juara Liga Champions, Liga Primer dan Piala FA, saya akan katakan ini tim terbaik yang pernah saya mainkan, karena saya hanya pernah memenangi dua trofi dalam semusim."

"Kita akan lihat di akhir musim. Tapi, saya tak mau mulai bicara soal target. Saya anya ingin konsentrasi di setiap laga, memenangi pertandingan dan berkembang sebagai tim di setiap pertandingan. Setelah itu, kami akan sulit dikalahkan," lanjut bek internasional Prancis.

Sejarah Singkat Manchester United

Manchester United F.C.

Logo Manchester United
Nama lengkap Manchester United Football Club
Julukan The Red Devils
Didirikan 1878, dengan nama Newton Heath LYR F.C.
Stadion Old Trafford
(Kapasitas: 75.957)
Pemilik Bendera Amerika Serikat Keluarga Glazer
Wakil ketua Bendera Amerika Serikat Joel dan Avram Glazer
Manajer Sir Alex Ferguson
Liga Liga Utama Inggris
Posisi 2011–12 ke-2, Liga Utama Inggris
Situs web http://manutd.com/



Manchester United F.C. (biasa disingkat Man Utd, Man United atau hanya MU) adalah sebuah klub sepak bola papan atas di Inggris yang berbasis di Old Trafford, Manchester,

Dibentuk sebagai Newton Heath L&YR F.C. pada 1878 sebagai tim sepak bola depot Perusahaan Kereta Api Lancashire dan Yorkshire Railway di Newton Heath, namanya berganti menjadi Manchester United pada 1902.

Meski sejak dulu telah termasuk salah satu tim terkuat di Inggris, barulah sejak 1993 Manchester United meraih dominasi yang besar di kejuaraan domestik di bawah arahan Sir Alex Ferguson - dominasi dengan skala yang tidak terlihat sejak berakhirnya era Liverpool F.C. pada pertengahan 1970-an dan awal 1980-an. Sejak bergulirnya era Premiership pada tahun 1992, Manchester United adalah tim yang paling sukses dengan dua belas kali merebut trofi juara.

Meskipun sukses di kompetisi domestik, kesuksesan tersebut masih sulit diulangi di kejuaraan Eropa; mereka hanya pernah meraih juara di Liga Champions tiga kali sepanjang sejarahnya (1968, 1999, 2008).

Sejak musim 86-87, mereka telah meraih 22 trofi besar - jumlah ini merupakan yang terbanyak di antara klub-klub Liga Utama Inggris. Mereka telah memenangi 19 trofi juara Liga Utama Inggris (termasuk saat masih disebut Divisi Satu). Pada tahun 1968, mereka menjadi tim Inggris pertama yang berhasil memenangi Liga Champions Eropa, setelah mengalahkan S.L. Benfica 4–1, dan mereka memenangi Liga Champions Eropa untuk kedua kalinya pada tahun 1999 dan sekali lagi pada tahun 2008 setelah mengalahkan Chelsea F.C. di final. Mereka juga memegang rekor memenangi Piala FA sebanyak 11 kali. Pada 2008, mereka menjadi klub Inggris pertama dan klub Eropa kedua yang berhasil menjadi Juara Dunia Antarklub FIFA.

Pada 12 Mei 2005, pengusaha Amerika Serikat Malcolm Glazer menjadi pemilik klub dengan membeli mayoritas saham yang bernilai £800 juta (US$1,47 milyar) diikuti dengan banyak protes dari para pendukung fanatik.

Sejarah


Tahun awal (1878–1945)



Tim Manchester United pada awal sesi 1905-06, yang pada saat itu menjadi juara dua di Divisi 2 dan terangkat.

Tim pertama kali dibentuk dengan nama Newton Heath Lancashire and Yorkshire Railwaiy F.C. pada 1878 sebagai tim karya Lancashire dan Yorkshire, stasiun kereta api di Newton Heath. Kaos tim berwarna hijau - emas. Mereka bermain di sebuah lapangan kecil di North Road, dekat stasiun kereta api Piccadilly Manchester selama lima belas tahun, sebelum pindah ke Bank Street di kota dekat Clayton pada 1893. Tim sudah memasuki kompetisi sepak bola tahun sebelumnya dan mulai memutuskan hubungannya dengan stasiun kereta api, menjadi perusahaan mandiri, mengangkat seorang sekretaris perkumpulan dan pengedropan "L&YR" dari nama mereka untuk menjadi Newton Heath F.C saja..

Tak lama kemudian, pada tahun 1902, tim nyaris bangkrut, dengan utang lebih dari £2500. Lapangan Bank Street mereka telah ditutup.

Sebelum tim mereka bubar, mereka menerima investasi dari J. H. Davies, direktur Manchester Breweries. Awalnya, seorang legenda tim, Harry Stafford, yang merupakan kapten tim, memamerkan anjing St. Bernardnya, kemudian Davies memutuskan untuk membeli anjing itu. Stafford menolak, tetapi berhasil memengaruhi Davies untuk menannamkan modal pada tim dan menjadi chairman tim. Diadakan rapat untuk mengganti nama perkumpulan. Manchester Central dan Manchester Celtic adalah nama yang diusulkan, sebelum Louis Rocca, seorang imigran muda asal Italia, berkata "Tuan-tuan, mengapa kita tidak menggunakan nama Manchester United?" Nama ditetapkan dan Manchester United secara resmi eksis mulai 26 April 1902. Davies juga memutuskan untuk mengganti warna tim dan terpilihlah warna merah dan putih sebagai warna tim Manchester United.

Ernest Mangnall ditunjuk menjadi sekretaris klub menggantikan James West yang mengundurkan diri pada tanggal 28 September 1902. Mangnall bekerja keras untuk mengangkat tim ke Divisi Satu dan gagal pada upaya pertamanya, menempati urutan 5 Liga Divisi Dua. Mangnall memutuskan untuk menambah sejumlah pemain ke dalam klub dan merekrut pemain seperti Harry Moger, Dick Duckworth, dan John Picken, ada juga Charlie Roberts yang membuat dampak besar. Dia dibeli £750 dari Grimsby Town pada April 1904, dan membawa tim ke posisi tiga klasmen akhir musim 1903-1904.

Mereka kemudian berpromosi ke Divisi Satu setelah finis diurutan dua Divisi Dua musim 1905–06. Musim pertama mereka di Divisi Satu berakhir kurang baik, mereka menempati urutan 8 klasmen. Akhirnya mereka memenangkan gelar liga pertamanya pada tahun 1908. Manchester City sedang diselidiki karena menggaji pemain diatas regulasi yang ditetapkan FA. Mereka didenda £250 dan delapan belas pemain mereka dihukum tidak boleh bermain untuk mereka lagi. United dengan cepat mengambil kesempatan dari situasi ini, merekrut Billy Meredith dan Sandy Turnbull, dan lainnya. Pemain baru ini tidak boleh bermain dahulu sebelum tahun Baru 1907, akibat dari skors dari FA. Mereka mulai bermain pada musim 1907–08 dan United membidik gelar juara saat itu. Kemenangan 2–1 atas Sheffield United memulai kemenangan beruntun sepuluh kali United. Namun pada akhirnya, mereka tutup musim dengan keunggulan 9 poin dari rival mereka, Aston Villa.

Klub membutuhkan waktu dua tahun untuk membawa trofi lagi, mereka memenangkan trofi Liga Divisi Satu untuk kedua kalinya pada musim 1910–11. United pindah ke lapangan barunya Old Trafford. Mereka memainkan pertandingan pertamanya di Old Trafford pada tanggal 19 Februari 1910 melawan Liverpool, tetapi mereka kalah 4-3. Mereka tidak mendapat trofi lagi pada musim 1911–12, mereka tidak didukung oleh Mangnall lagi karena dia pindah ke Manchester City setelah 10 tahunnya bersama United. Setelah itu, mereka 41 tahun bermain tanpa memenangkan satu trofi pun.

United kembali terdegradasi pada tahun 1922 setelah sepuluh tahun bermain di Divisi Satu. Mereka naik divisi lagi tahun 1925, tetapi kesulitan untuk masuk jajaran papan atas liga Divisi Satu dan mereka turun divisi lagi pada tahun 1931. United meraih mencapaian terendah sepanjang sejarahnya yaitu posisi 20 klasemen Divisi Dua 1934. kekuatan mereka kembali ketika musim 1938–39.

Era Sir Matt Busby (1945–1969)



Matt Busby.

Pada tahun 1945, Matt Busby ditunjuk menjadi manager dari tim yang berbasis di Old Trafford ini. Dia meminta sesuatu yang tidak biasa pada pekerjaannya, seperti menunujuk tim sendiri, memilih pemain yang akan direkrut sendiri dan menentukan jadwal latihan para pemain sendiri. Dia telah kehilangan lowongan manager di klub lain, Liverpool F.C., karena pekerjaan yang diinginkannya itu dirasa petinggi Liverpool adalah pekerjaan seorang direktur, tetapi United memberikan kesempatan untuk ide inovatifnya. Pertama, Busby tidak merekrut pemain, melainkan seorang asisten manager yang bernama Jimmy Murphy. Keputusan menunjuk Busby sebagai manager merupakan keputusan yang sangat tepat, Busby membayar kepercayaan pengurus dengan mengantar United ke posisi kedua liga pada tahun 1947, 1948 and 1949 dan memenangkan Piala FA tahun 1948. Stan Pearson, Jack Rowley, Allenby Chilton, dan Charlie Mitten memiliki andil yang besar dalam pencapaian United ini.

Charlie Mitten pulang ke Colombia untuk mencari bayaran yang lebih baik, tetapi kemampuan pemain senior United tidak menurun dan kembali meraih gelar Divisi Satu pada 1952. Busby tahu, bahwa tim sepak bola tidak hanya membutuhkan pengalaman pemainnya, maka, dia juga berpikir untuk memasukkan beberapa pemain muda. Pertama-tama, pemain muda seperti Roger Byrne, Bill Foulkes, Mark Jones dan Dennis Viollet, membutuhkan waktu untuk menunjukkan permainan terbaik mereka, akibatnya United tergelincir ke posisi 8 pada 1953, tetapi tim kembali memenangkan liga tahun 1956 dengan tim yang usia rata-rata pemainnya hanya 22 tahun, mencetak 103 gol. Kebijakan tentang pemain muda ini mengantarkannya menjadi salah satu manager yang paling sukses menangani Manchester United (pertengahan 1950-an, pertengahan akhir 1960-an dan 1990-an). Busby mempunyai pemain bertalenta tinggi yang bernama Duncan Edwards. Pemuda asal Dudley, West Midlands memainkan debutnya pada umur 16 tahun di 1953. Edwards dikatakan dapat bermain di segala posisi dan banyak yang melihatnya bermain mengatakan bahwa dia adalah pemain terbaik. Musim berikutnya, 1956–57, mereka menang liga kembali dan mencapai final Piala FA, kalah dari Aston Villa. Mereka menjadi tim Inggris pertama yang ikut serta dalam kompetisi Piala Champions Eropa, atas kebijakan FA. Musim lalu, FA membatalkan hak Chelsea untuk tampil di Piala Champions. United dapat mencapai babak semi-final dan kemudian dikandaskan Real Madrid. Dalam perjalanannya ke semi-final, United juga mencatatkan kemenangan yang tetap menunjukkan bahwa mereka adalah tim besar, mengalahkan tim juara Belgia Anderlecht 10–0 di Maine Road.




Tragedi terjadi pada musim berikutnya, ketika pesawat membawa tim pulang dari pertandingan Piala Champions Eropa mengalami kecelakaan saat mendarat di München, Jerman untuk mengisi bahan bakar. Tragedi München 1958 tanggal 6 Februari 1958 merenggut nyawa 8 pemain tim - Geoff Bent, Roger Byrne, Eddie Colman, Duncan Edwards, Mark Jones, David Pegg, Tommy Taylor dan Liam "Billy" Whelan - dan 15 penumpang lainnya, termasuk beberapa staf United, Walter Crickmer, Bert Whalley dan Tom Curry.Terjadi 2 kali pendaratan sebelum yang ketiga terjadi kesalahan fatal, yang disebabkan tidak stabilnya kecepatan pesawat karena adanya lumpur. Penjaga gawang United Harry Gregg mempertahankan kesadaran saat kecelakaan itu dan dibawah ketakutan pesawat akan meledak, menyelamatkan Bobby Charlton dan Dennis Viollet dengan mengencangkan sabuk pengamannya. Tujuh pemain United menginggal dunia di tempat sedangkan Duncan Edwards tewas ketika perjalanan menuju rumah sakit. Sayap kanan Johnny Berry juga selamat dari kecelakaan itu, tetapi cedera membuat karier sepak bolanya berakhir cepat. Dokter München mengatakan bahwa Matt Busby tidak memiliki banyak harapan, namun ia pulih dengan ajaibnya dan akhirnya keluar dari rumah sakit setelah dua bulan dirawat di rumah sakit.

Ada rumor bahwa tim akan mengundurkan diri dari kompetisi, namun Jimmy Murphy mengambil alih posisi manager ketika Busby dirawat di rumah sakit, klub melanjutkan kompetisinya. Meskipun kehilangan pemain, mereka mencapai final Piala FA 1958, dimana mereka kalah dari Bolton Wanderers. Akhir musim, UEFA menawarkan FA untuk dapat mengirimkan United dan juara liga Wolverhampton Wanderers untuk berpartisipasi di Piala Champions untuk penghargaan kepada para korban kecelakaan, namun FA menolak. United menekan Wolves pada musim berikutnya dan menyelesaikan liga di posisi kedua klasemen; tidak buruk untuk sebuah tim yang kehilangan sembilan pemain akibat Tragedi München.

Busby membangun kembali tim di awal dekade 60-an, membeli pemain seperti Denis Law dan Pat Crerand. Mungkin orang yang paling terkenal dari sejumlah pemain muda ini adalah pemuda Belfast yang bernama George Best. Best memiliki keatletikkan yang sangat langka. Tim memenangkan Piala FA tahun 1963, walaupun hanya finis diurutan 19 Divisi Satu. Keberhasilan di Piala FA membuat pemain menjadi termotivasi dan membuat klub terangkat pada posisi kedua liga tahun 1964, dan memenangkan liga tahun 1965 dan 1967. United memenangkan Piala Champions Eropa 1968, mengalahkan tim asuhan Eusébio SL Benfica 4–1 dipertandingan final, menjadi tim Inggis pertama yang memenagkan kompetisi ini. Tim United saat itu memiliki Pemain Terbaik Eropa, yaitu: Bobby Charlton, Denis Law and George Best. Matt Busby mengundurkan diri pada tahun 1969 dan digantikan oleh pelatih tim cadangan, Wilf McGuinness.

Masa sulit (1969–1986)


Setelah masa yang gemilang, United mengalami masa-masa sulit ketika ditangani Wilf McGuinness, selesai diurutan delapan liga pada musim 1969–70. Kemudian dia mengawali musim 1970–71 dengan buruk, sehingga McGuinness kembali turun jabatan menjadi pelatih tim cadangan. Busby kembali melatih United, walaupun hanya 6 bulan. Dibawah asuhan Busby, United mendapat hasil yang lebih baik, namun pada akhirnya ia meninggalkan klub pada tahun 1971. Dalam waktu itu, United kehilangan beberapa pemain kuncinya seperti Nobby Stiles dan Pat Crerand.

Manager Celtic yang berhasil membawa Piala Champions ke Glasgow, Jock Stein, ditunjuk untuk mengisi posisi manager — Stein telah menyetujui kontrak secara verbal dengan United, tetapi membatalkannya — . Frank O'Farrell ditunjuk sebagai suksesor Busby. Seperti McGuinness, O'Farrell tidak bertahan lebih dari 18 bulan, bedanya hanya O'Farrell bereaksi untuk menanggulangi penampilan buruk dari United dengan membawa muka baru ke dalam klub, yang paling nyata adalah direkrutnya Martin Buchan dari Aberdeen seharga £125,000. Tommy Docherty menjadi manager diakhir 1972. Docherty, atau "Doc", menyelamatkan United dari degradasi namun United terdegradasi pada 1974, yang saat itu trio Best, Law and Charlton telah meninggalkan klub. Denis Law pindah ke Manchester City pada musim panas tahun 1973. Pemain seperti Lou Macari, Stewart Houston dan Brian Greenhoff direkrut untuk menggantikan Best, Law and Charlton, namun tidak menghasilkan apa-apa.

Tim meraih promosi pada tahun pertamanya di Divisi Dua, dengan peran besar pemain muda berbakat Steve Coppell yang bermain baik pada musim pertamanya bersama United, bergabung dari Tranmere Rovers. United mencapai Final Piala FA tahun 1976, tetapi mereka dikalahkan Southampton. Mereka mencapai final lagi tahun 1977 dan mengalahkan Liverpool 2–1. Didalam kesuksesan ini, Docherty dipecat karena diketahui memiliki hubungan dengan istri fisioterapi.

Dave Sexton menggantikan Docherty di musim panas 1977 dan membuat tim bermain lebih defensif. Gaya bermain ini tidak disukai suporter, mereka lebih menyukai gaya menyerang Docherty dan Busby. Beberapa pemain dibeli Sexton seperti Joe Jordan, Gordon McQueen, Gary Bailey dan Ray Wilkins, namun tidak dapat mengangkat United menembus ke papan atas, hanya sekali finis diurutan kedua, dan hanya sekali lolos ke babak final Piala FA, dikalahkan Arsenal. Karena tidak meraih gelar, Sexton dipecat pada tahun 1981, walaupun ia memenangkan 7 pertandingan terakhirnya.

Dia digantikan manager flamboyan Ron Atkinson. Dia memecahkan rekor transfer di Inggris dengan membeli Bryan Robson dari West Brom. Robson disebut-sebut merupakan pemain tengah terbaik sepeninggal Duncan Edwards. Tim Atkinson memiliki pemain baru seperti Jesper Olsen, Paul McGrath dan Gordon Strachan yang bermain bersama Norman Whiteside dan Mark Hughes. United memenangkan Piala FA 2 kali dalam 3 tahun, pada 1983 dan 1985, dan diunggulkan untuk memenangkan liga musim 1985–86 setelah memenangkan 10 pertandingan liga pertamanya, membuka jarak 10 poin dengan saingan terdekatnya sampai Oktober 1986. Penampilan United kemudian menjadi buruk dan United mengakhiri musim di urutan 4 klasemen. Hasil buruk United terus berlanjut sampai akhir musim dan dengan hasil yang buruk yaitu diujung batas degradasi, pada November 1986, Atkinson dipecat. Setelah itu United merekrut pelatih baru, yaitu Sir Alex Ferguson.

Era Alex Ferguson (1986–sekarang)


Sebelum Treble (1986-1998)



Alex Ferguson

Alex Ferguson datang dari Aberdeen untuk menggantikan Atkinson dan mengantarkan klub meraih posisi 11. Musim berikutnya yaitu musim 1987–88, United menyelesaikan liga di posisi kedua, dengan Brian McClair yang menjadi pencetak 20 gol liga setelah George Best.

United mengalami masa sulit 2 musim berikutnya. Dengan pembelian pemain yang cukup banyak, Ferguson tidak dapat memenuhi harapan suporter. Alex Ferguson telah berada dalam bahaya pemecatan pada awal 1990, tetapi sebuah gol dari Mark Robins membawa United menang 1–0 atas Nottingham Forest dibabak ketiga Piala FA. Ini membuat Ferguson terselamatkan dan pada akhirnya United memenangkan Piala FA, setelah mengalahkan Crystal Palace di partai ulang babak final.

United memenangkan Winners' Cup Eropa di 1990–91, mengalahkan juara Spanyol musim itu, Barcelona di final, tetapi mengecewakan di musim berikutnya karena di liga mereka kalah dari saingan, Leeds United.

Kedatangan Eric Cantona di November 1992 merupakan sebuah langkah krusial United saat itu. Cantona membaur bersama pemain dan memenangkan Final Piala FA menjadikan MU menjadi juara dua di liga dan Piala FA. Ferguson membuat suporter kesal karena menjual beberapa pemain Beberapa dari mereka langsung terpilih menjadi anggota Tim nasional sepak bola Inggris. Secara mengejutkan, United kembali meraih double pada musim 1995–96. Ini adalah pertama kalinya klub Inggris meraih double sebanyak dua kali dan akhirnya mereka mendapat sebutan "Double Double".

Mereka memenangkan liga musim 1996–97 dan Eric Cantona menyatakan pensiun dari persepak bolaan profesional pada usia 30. Mereka mengawali musim 1997–98 dengan baik, tetapi mengakhiri liga pada posisi dua klasemen, dibawah pemenang dua gelar, Arsenal.

Treble (1998–1999)



Musim 1998–99 untuk Manchester United adalah musim tersukses karena mereka berhasil menjadi satu-satunya tim Inggris yang pernah meraih Treble(tiga gelar dalam satu musim) — dengan memenangkan Liga Utama Inggris, Piala FA dan Liga Champion UEFA di musim yang sama. Setelah melewati Liga Utama yang padat, Manchester United berhasil memenangkan liga pada pertandingan terakhir melawan Tottenham Hotspur dengan skor 2–1, ketika Arsenal menang 1–0 atas Aston Villa. Memenangkan Liga Utama merupakan bagian pertama dari treble United, yang disebut Ferguson bagian tersulit. Di final Piala FA mereka bertemu Newcastle United dan menang 2–0 melalui gol Teddy Sheringham dan Paul Scholes.Pada pertandingan terakhir mereka musim itu, pertandingan Final Liga Champions UEFA 1999, mereka mengalahkan Bayern Munich, pertandingan tersebut disebut-sebut sebagai comeback terbaik yang pernah ada, kalah sampai dengan injury time dan mencetak gol dua kali di menit-menit terakhir untuk memastikan kemenangan 2–1. Manchester United juga memenangkan Piala Interkontinental setelah mengalahkan Palmeiras 1–0 di Tokyo.

Setelah Treble (1999–sekarang)


United memenangkan liga tahun 2000 dan 2001, tetapi mereka gagal meraih kembali trofi kompetisi Eropa. Pada tahun 2000, Manchester United menjadi salah satu dari 14 pendiri kelompok G-14. Ferguson mengadopsi gaya permainan bertahan dan tetap gagal di kompetisi Eropa dan United menyelesaikan liga pada urutan ketiga klasemen. Mereka meraih kembali gelar liga musim berikutnya dan memulai musim dengan sangat baik, namun penampilan mereka memburuk ketika Rio Ferdinand menerima skorsing 8 bulan karena gagal dalam tes doping. Mereka memenangkan Piala FA 2004, setelah mengalahkan Millwall.

Musim 2004-05, produktivitas gol United berkurang, yang disebabkan oleh cederanya Ruud van Nistelrooy dan United menyelesaikan musim tanpa meraih satu gelar pun. Kali ini, Piala FA dimenangkan oleh Arsenal yang mengalahkan United melalui adu penalti. Di luar lapangan, cerita utamanya adalah kemungkinan klub diambil alih oleh pihak lain dan pada akhir musim, Malcolm Glazer, seorang pengusaha asal Tampa, telah memiliki kepemilikikan United.



United melakukan awal buruk pada musim 2005–06, dengan kepergian Roy Keane yang bergabung dengan Celtic setelah United banyak dikritik publik dan klub gagal melewati babak knock-out Liga Champions untuk pertama kalinya dalam satu dekade setelah kalah dari tim asal Portugal, Benfica. Musim ini adalah musim yang buruk bagi United karena pemain kunci mereka seperti, Gabriel Heinze, Alan Smith, Ryan Giggs dan Paul Scholes cedera. Mereka hanya meraih satu gelar musim itu, Piala Liga, mengalahkan tim promosi Wigan Athletic dengan skor 4–0. United memastikan tempat di urutan kedua klasemen liga dan lolos otomatis ke Liga Champions setelah mengalahkan Charlton Athletic 4–0. Akhir musim 2005–06, satu dari penyerang kunci, Ruud van Nistelrooy, meninggalkan klub dan bergabung dengan Real Madrid, karena hubungannya dengan Alex Ferguson retak.

Musim 2006-07 memperlihatkan gaya permainan United yang menyerang seperti pada dekade 90-an, mencetak 20 gol lebih di 32 pertandingan. Pada Januari 2007, United mendapatkan Henrik Larsson dengan status pinjaman selama 2 bulan dari Helsingborgs, dan pemain itu memiliki pera penting dalam pencapaian United di Liga Champions, dengan harapan meraih Treble kedua; namun setelah mencapai babak semi-final, United kalah dari A.C. Milan 3–5(agregat).

Dalam perayaan ke-50 keikutsertaan Manchester United dalam kompetisi Eropa, dan juga perayaan ke-50 dari Treaty of Rome, Manchester United bertanding melawan Marcello Lippi dan tim Eropa XI di Old Trafford pada 13 Maret 2007. United memenangkan pertandingan 4–3.

Empat tahun setelah gelar terakhir mereka, United meraih kembali gelar juara liga pada 6 Mei 2007, setelah Chelsea bermain imbang dengan Arsenal, meninggalkan the Blues tujuh poin di belakang dengan menyisakan 2 pertandingan, diikuti kemenangan United 1–0 dalam derbi Manchester hari sebelumnya, mengantarkan United ke gelar kesembilan Premiership-nya dalam 15 tahun eksistensinya. Namun, mereka tidak dapat mencapai double keempat mereka, karena Chelsea mengalahkan United 1-0 di final Piala FA 2007 yang berlangsung di Stadion Wembley yang baru.

Pada 11 Mei 2008, United kembali meraih gelar liga setelah mengalahkan Wigan 2-0 di pertandingan terakhir untuk memastikan gelar tersebut, disusul gelar Liga Champions pada tanggal 21 Mei 2008 yang diraih dengan mengalahkan Chelsea 6-5 di final melalui adu penalti setelah bermain seri 1-1 di waktu normal 2x45 menit serta perpanjangan waktu 2x15 menit. Dengan status sebagai juara Liga Champions tersebut, United berhak mengikuti Piala Dunia Antarklub FIFA 2008 dan berhasil menjuarai turnamen tersebut setelah mengalahkan Gamba Osaka 5-3 di semifinal dan LDU Quito 1-0 di final. United pun menjadi klub Eropa kedua yang menjadi juara dunia setelah AC Milan pada 2007. Setahun setelah final Liga Champions UEFA tahun 2008, Manchester United masuk kembali ke final tahun 2009. Manchester United kemudian mengalami kekalahan dalam final Liga Champions UEFA 2008–09, saat menghadapi Barcelona dengan skor 2 – 0 di Roma, Italia.

Musim 2009-10 bukanlah musim yang bagus, karena hanya mendapatkan gelar Piala Liga, hanya finis di posisi kedua, dan terdepak di Liga Champions oleh Bayern Munich. Musim selanjutnya United meraih titel juara liga teratas untuk ke-19 kalinya, melewati Liverpool dengan 18 gelar juara liga, setelah imbang di Blackburn 1-1 untuk penentuan gelar juara dengan Chelsea. Di Eropa, United meraih medali runner-up setelah dihantam pasukan Pep Guardiola,Barcelona 3-1. Di musim tersebut, United kehilangan Gary Neville, Owen Hargreaves, Paul Scholes dan Edwin van der Sar. Di musim 2011-12, United mendapat kemenangan besar atas Arsenal 8-2 di Old Trafford, tetapi kekalahan besar dari Manchester City 1-6 di tempat yang sama. Pertandingan melawan Sunderland (1-0 United) adalah sejarah bagi United, khususnya Sir Alex yang telah resmi 25 tahun bersama United. North Stand resmi diganti namanya menjadi Sir Alex Ferguson Stand. Pada musim itu pula United tidak berhasil menembus 16 besar Liga Champions setelah dikalahkan Basel 1-2 di Swiss. United juga tidak berhasil menembus perempat final Liga Europa setelah tumbang oleh Athletic Bilbao. Di domestik, United disapu Crystal Palace 1-2 di kandang di ajang Piala Liga. United juga menelan kekalahan 1-2 di Anfield dalam ajang Piala FA.

Lambang dan warna klub



Lambang Manchester United dari tahun 1960-an hingga awal 1970-an

Ketika nama tim masih Newton Heath, seragam tim berwarna hijau-kuning. Pada tahun 1902, sehubungan dengan pergantian nama menjadi Manchester United, klub mengganti warna seragam mereka menjadi merah (kaos), putih (celana), dan hitam (kaos kaki), yang menjadi standar seragam MU sampai saat ini. Pengecualian ketika tim bertanding di Final Piala FA tahun 1909 melawan Bristol City, kaos berwarna putih berkerah merah berbentuk V. Desain seragam ini kembali digunakan saat 1920-an ketika seragam tim berwarna merah-merah.

Kostum tandang biasanya adalah kaos putih, celana hitam, dan kaos kaki putih, tetap warna lain juga pernah digunakan, termasuk kaos biru bergaris putih yang digunakan dari tahun 1903 sampai 1916, hitam seluruhnya pada 1994 dan 2003 dan kaos biru dengan garis horisontal perak pada tahun 2000. Satu yang paling terkenal, hanya dipakai sebentar, kostum tandang United yang berwarna keseluruhan abu-abu dipakai pada musim 1995–96. Kostum ini tidak digunakan lagi saat MU kalah pada pertandingan pertama pemakaian kostum ini. Pada babak pertama, MU kalah 3-0 dari Southhampton, mereka mengganti seragam yang mereka kenakan menjadi seragam ketiga mereka yang berwarna biru-putih, tetapi pada akhirnya kalah 3–1. Seragam abu-abu tidak pernah lagi digunakan akibat hasil buruk yang mereka dapat pada pertandingan pertama dengan seragam abu-abu itu. Seragam tandang MU yang terkenal lainnya adalah kaos putih dengan lengan hitam dan garis emas-hitam. Seragam ini adalah seragam terakhir yang didesain Umbro sebelum MU memilih produsen Nike, dan memperingati 100 tahun pergantian nama dari Newton Heath F.C menjadi Manchester United.

Kostum ketiga United berwarna biru, yang dikenakan pemain saat memenangkan Piala Champions 1968. Pengecualian, kostum kuning terang yang digunakan pada awal 1970-an, seragam biru bergaris putih yang dipakai 1996, dan kaos putih bergaris merah-hitam yang dipakai pada 2004. United juga menggunakan kostum ketiga untuk latihan. United mengadopsi warna kostum hitam keseluruhan pada musim 1998–99 dan kaos biru tua dengan pinggiran marun pada tahun 2001 untuk bertanding melawan Southampton dan PSV Eindhoven.

Lambang Manchester United telah diganti beberapa kali, tetapi perubahan yang dilakukan tidak terlalu signifikan. Setan yang terletak di tengah lambang merupakan akar dari julukan "Setan Merah" (The Red Devils), yang muncul di era 1960-an setelah Matt Busby mendengar itu dari fans tim rugbi Salford. Pada akhir 60-an, lambang setan telah mulai untuk dimasukkan pada brosur program dan syal klub, hingga akhirnya dimasukkan ke dalam lambang klub dengan memegang trisula. Di 1998, logo kembali didesain ulang, kali ini menghilangkan tulisan "Football Club". Perubahan ini bertentangan dengan pendapat suporter, yang memandang bahwa MU semakin menjauhi akar sepak bola dan perubahan ini hanya untuk kepentingan bisnis semata.

Prestasi


Domestik


Liga


  • Liga Utama Inggris: 19
    • 1907–08, 1910–11, 1951-52, 1955-56, 1956–57, 1964–65, 1966-67, 1992-93, 1993-94, 1995-96, 1996-97, 1998-99, 1999-2000, 2000-01, 2002–03, 2006-07, 2007-08, 2008-2009, 2010-2011
  • Liga Divisi Satu Inggris: 2
    • 1935–36, 1974–75

Piala


  • FA Cup.pngPiala FA: 11
    • 1909, 1948, 1963, 1977, 1983, 1985, 1990, 1994, 1996, 1999, 2004
  • Carling.pngPiala Carling: 4
    • 1991-92, 2005-06, 2008-09, 2009-10
  • CommunityShield.pngFA Charity/Community Shield: 19 (4 kali juara bersama)
    • 1908, 1911, 1952, 1956, 1957, 1965*, 1967*, 1977*, 1983, 1990*, 1993, 1994, 1996, 1997, 2003, 2007, 2008, 2010, 2011. (* juara bersama)

Eropa



Internasional


FIFA Club World Cup.svg