Glory Glory Man. United | The Story Behind it…
Siapa tidak kenal Manchester United ?
Salah satu tim sepakbola tersukses sepanjang sejarah, tidak heran
pula puluhan juta orang menjadi fans dari tim yang bermarkas di Old Trafford, Manchester, United Kingdom.
Dan bagi fans Manchester United, tentu saja lagu Glory Glory Man United sudah sangat akrab di telinga, karena selalu diputar pada saat jeda pertandingan dan usai pertandingan di Old Trafford. Sebenarnya, apa sih Glory Glory Man United? Dan mengapa sekarang banyak sekali yang menulis “GGMU” ?
Dan bagi fans Manchester United, tentu saja lagu Glory Glory Man United sudah sangat akrab di telinga, karena selalu diputar pada saat jeda pertandingan dan usai pertandingan di Old Trafford. Sebenarnya, apa sih Glory Glory Man United? Dan mengapa sekarang banyak sekali yang menulis “GGMU” ?
Dikutip dari wikipedia, Glory Glory Man United ditulis oleh Frank
Renshaw yang merupakan anggota group band asli Manchester bernama
Herman’s Hermits. Menggunakan nada dari “The Battle Hymn of the
Republic”, Frank menulis lirik Glory Glory Man United. Tetapi perlu
disadari, bahwa bukan Manchester United lah yang menggunakan lagu
tersebut pertama kali dalam pertandingan. Leeds United dan Tottenham
Hotspurs sudah menggunakannya bahkan sebelum Frank Renshaw menulis Glory
Glory Man United.
Lagu Glory Glory Man United sendiri merupakan inspirasi (bahasa halus
dari “plagiat”) dari Glory Glory The Lilywhites milik Tottenham
Hotspurs.
Sungguh ironis memang, lagu yang selalu diputar di Old Trafford di
setiap pertandingan Manchester United, ternyata adalah lagu plagiat.
Ya, plagiat!!!
Semua fans United di seluruh dunia
pasti tau lagu yang selalu dikumandangkan di stadion Old Trafford ini.
Chant yang selalu dinyanyikan para suporter United ini adalah lagu
ciptaan Frank Renshaw yang digubah dari lagu The Battle Hymn of the Republic. Lagu ini pertama kali didengarkan ke publik pada final Piala FA tahun 1983.
Glory, glory Man United,
Glory, glory Man United,
Glory, glory Man United,
As the reds go marching on, on, on.
Just like the Busby Babes in days gone by,
W`ell keep the red flags flying high,
Youre gonna see us from far and wide,
Youre gonna hear them as they sing with prides.
United! Man United!,
Where the boys in red and were in our way to Wemberly,
Wem-ber-ly, Wem-ber-ly,
Were the famous Man United and were going to Wemberly,
Wem-ber-ly, Wem-ber-ly,
Were the famous Man United and were going to Wemberly.
In `77 it was Docherty,
Atkinson will make it on `83,
And everyone will know just who we are,
They will singing, 'Que Sera Sera',
United! Man United!
Where the boys in red and were in our way to Wemberly,
Wemberly, Wemberly,
Were the famous Man United and were going to Wemberly,
Wem-ber-ly, Wem-ber-ly,
Were the famous Man United and were going to Wemberly.
Glory, glory Man United,
Glory, glory Man United,
Glory, glory Man United,
As the Reds go marching on, on, on!
Mungkin hanya sebagian kecil fans United yang mengetahui tentang hal
ini. Fans fanatik Manchester United, yang selalu menempati Stretford
End (salah satu tribun di Old Trafford) sebelum Malcolm Glazer
mengakuisisi Manchester United, tidak pernah menyanyikan lagu ini.
Mereka menggantinya dengan “Who the f*ck are Man United” dengan nada
yang sama karena tidak mau memplagiat dari Glory Glory The Lilywhites.
Dan lagu ini juga tidak pernah terdengar ketika United bermain tandang.
Mengapa? Karena yang hadir di pertandingan tandang United adalah
fans-fans yang seharusnya menempati Stretford End sekarang. Ya merekalah
yang terusir dari Stretford End sebagai bentuk protes terhadap Malcolm
Glazer.
Lalu, siapa yang menempati Stretford End sekarang kalau bukan fans Man United?
Tentu saja masih ditempati oleh fans United, tetapi dengan kadar
kefanatikan yang tidak bisa dibandingkan dengan mereka yang hanya
menonton langsung pertandingan tandang United setelah Malcolm Glazer
datang ke Old Trafford.
Lalu apa yang salah dengan menulis “GGMU”? Kan itu singkatan dari Glory Glory Man United?
Sekali lagi, Glory Glory Man United adalah lagu plagiat. Lagu yang
diciptakan dan ditulis setelah terinspirasi dari lagu Glory Glory The
Lilywhites dan Glory Glory Leeds United.
Atau mungkin fans-fans United ini semua terinspirasi dari You’ll Never Walk Alone-nya Liverpudlian.
Dan mereka beranggapan “Memang Liverpudlian doank yang punya YNWA? Nih United juga punya GGMU”.
Atau iri dan tidak mau kalah terhadap Liverpudlian yang bisa
menambahkan “YNWA” setiap kali mereka update status facebook, atau
menulis tweet, atau bahkan menulis sms dan email sehingga fans United
yang tidak tau cerita dibalik Glory Glory Man United, merasa “kalah”
dan timbullah perasaan “tidak mau kalah” tersebut.
Yah apapun yang ditulis, apapun yang diungkapkan, apapun yang
dinyanyikan semoga tidak melunturkan kecintaan kita terhadap klub yang
kita dukung (MUFC).
Yang kita tulis, yang kita katakan, dan yang kita nyanyikan sebenarnya
tidak memiliki faedah apa-apa, jika ketika klub yang kita dukung
kalah, kita malah mencari pembelaan, atau lebih parahnya malah
menjelek-jelekan tanpa alasan dan berbalik mendukung tim lain.
Penulis pernah membaca sebuah quote yang menarik, “Yang menjadikan
sebuah pertandingan olahraga menarik dan penting adalah kesetiaan dari
fansnya”. Semoga tulisan ini membawa pencerahan bagi kita semua.
Sehingga kita boleh menjadi lebih baik lagi dalam mendukung tim
kesayangan kita.











0 komentar:
Posting Komentar